Kecerdasan Buatan Jadi Solusi Polusi di China

Susetyo Dwi Prihadi & Susetyo Dwi Prihadi , CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2015 12:05 WIB
Kecerdasan Buatan Jadi Solusi Polusi di China Kecerdasan buatan bisa digunakan untuk membantu mengurangi masalah polusi di Beijing, China (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beijing seperti halnya ibu kota di negara besar lainnya mempunyai masalah yang sama,  tingkat polusi tinggi. Bagi IBM, masalah ini adalah tangan untuk menanganinya dengan bantuan kecerdasan buatan.

Di Beijing tingkat polusi termasuk tinggi, kota ini dikeliling dengan pabrik dengan penggunaan batu bara yang memancarkan partikel berbahaya. Tingkat polusi juga dapat terjadi karena penggunaan transportasi tinggi dan kondisi cuaca.

Para peneliti IBM sedang menguji sebuah sistem komputer yang mampu belajar untuk memprediksi tingkat keparahan polusi udara di bagian yang berbeda dari di setiap harinya. Caranya dengan menggabungkan sejumlah besar data dari model sampel udara yang diambil

Sistem kecerdasan buatan ini akhirnya bisa menawarkan rekomendasi khusus tentang cara untuk mengurangi polusi ke tingkat yang dapat diterima misalnya, dengan menutup pabrik tertentu atau untuk sementara membatasi jumlah pengendara di jalan.

"Kami telah membangun sebuah sistem prototipe yang mampu menghasilkan perkiraan resolusi tinggi kualitas udara, 72 jam ke depan," kata Xiaowei Shen, direktur IBM Research China, seperti dikutip dari Mashable.

"Peneliti kami sedang memperluas kemampuan sistem untuk menyediakan solusi jangka menengah dan jangka panjang hingga 10 hari ke depan serta pelacakan sumber polutan, untuk mengambil keputusan mengurangi emisi."

Proyek yang dijuluki Green Horizon, adalah contoh bagaimana lIBM berharap untuk menerapkan penelitian dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengekstrak wawasan dari data dalam jumlah besar.

IBM saat ini mendorong kecerdasan buatan dalam berbagai industri, dari perawatan kesehatan hingga mengurangi polusi udara.

Memprediksi polusi di China tentu sangat menantang. IBM akan menggunakan data yang diberikan oleh Biro Perlindungan Lingkungan Beijing untuk memperbaiki model, serta Shen mengatakan kecerdasaan buataanya mampu prediksi 30 persen lebih tepat daripada yang diperoleh melalui pendekatan konvensional.

Dia mengatakan sistem ini menggunakan "mesin belajar adaptif" untuk menentukan kombinasi terbaik dari model untuk digunakan.

Polusi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di Cina, terhitung lebih dari satu juta kematian setiap tahun, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of California, Berkeley. Ini juga merupakan subjek utama dari debat publik dan politik.

China telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas udara 10 persen pada 2017. Rata-rata tingkat partikulat udara diukur lebih dari dua setengah kali batas yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.