Kejadian ini berlangsung pada April 2010 silam ketika seorang pemuda bernama Brian Hogan sedang menghabiskan waktu di bar Gourmet Haus Staudt di Redwood City, California, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya, ia baru menyadari ponsel yang ia genggam bukan ponsel miliknya. Ia menduga masih terkena efek minuman keras, Hogan sempat berpikir layar ponselnya memang memiliki resolusi yang lebih tinggi, namun casing berbahan plastiknya itu berbeda.
Gizmodo menawarkan uang muka sebesar US$ 5 ribu dan US$ 3 ribu untuk sisanya. Sayang, ia tak pernah menerima uang sisanya itu sampai akhirnya ditangkap karena kasus pencurian.
Saat dijual ke Gizmodo, kehebohan langsung terjadi. Karena untuk pertama kalinya, Apple yang dikenal sangat tertutup membiarkan media tersebut menelanjangi iPhone 4 yang tentu saja belum diluncurkan.
Saat itu Steve Jobs meradang. Bahkan dia sampai melibatkan pihak berwajib untuk menggeledah rumah Hogan dan menangkapnya kemudian hari dengan sangkaan pencurian.
Walau pengacara Hogan kala itu mengatakan pencurian tersebut berangkat dari pengaruh alkohol yang tinggi setelah menghabiskan waktu di bar, Hogan tetap harus membayar denda US$ 125, menjalani masa percobaan informal selama satu tahun, dan 40 jam pelayanan masyarakat.
Bukan penggemar produk Apple
Mungkin nama Hogan akan dicatat sebagai pencuri perangkat purwarupa iPhone 4, namun ia mengaku bukan penggemar produk keluaran Apple. Masih dari situs Business Insider, ia menggunakan ponsel Samsung Galaxy S3 dan mengaku pengguna sejati perangkat komputer berbasis Windows.
Seiring kasus ini surut dari sorotan media, Hogan pun melanjutkan hidupnya. Ia mengaku sudah mendapat pekerjaan.
Ia juga menambahkan, selama proses hukum berlanjut, itu merupakan saat paling sulit bagi keluarganya.
"Banyak mobil media yang berjejer di depan rumah saya dan akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di hotel selama satu pekan sampai mereka semua pergi," kenangnya.
(tyo)