Sejauh uni Lenovo belum menaikkan harga ponsel pintar berbasis Android yang beredar di pasar Indonesia, lantaran perusahaan melakukan hedging atau melindungi nilai terhadap harga jual produk.
Ponsel andalan Lenovo saat ini, Vibe Shot, dipatok di harga Rp 4.999.000 dan mulai dipasarkan pada akhir Agustus 2015. Menurut Country Lead Smartphone Division Lenovo Indonesia, Adrie M. Suhadi, harga itu masih didasarkan atas harga dollar di bawah Rp 14 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kondisi rupiah terus melemah, bukan tidak mungkin produsen perangkat komputer, ponsel pintar, tablet, dan elektronik lain bakal meningkatkan harga jual.
Adrie mengatakan pasar ponsel pintar di Indonesia sedang mengalami pelambatan pertumbuhan, yang juga dialami oleh Lenovo.
Perusahaan punya strategi membanjiri pasar dengan produk di rentang harga Rp 1,5 juta sampai 2,5 juta. Sementara di pasar premium, saat ini Lenovo mengandalkan Vibe Shot yang mengandalkan fitur fotografi.
Lenovo kini tercatat menjadi produsen ponsel pintar terbesar keenam di Indonesia. Menurut data lembaga riset IDC, Lenovo mengirimkan 384.496 unit ponsel pintar pada kuartal dua 2015 atau 5.1 persen dari pangsa pasar ponsel pintar Indonesia. Angka ini turun dari pengiriman 406.913 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Masih menurut IDC pada kuartal dua 2015, posisi pertama sampai lima penguasa ponsel pintar Indonesia diduduki oleh Samsung (25,47 persen), Asus (14,91 persen), Smartfren (10,78 persen), Advan (9,94 persen), dan Evercoss (5,11 persen). (adt/eno)