Menurut Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, pemerintah AS mengaku khawatir atas serangan siber yang diduga berasal dari China dan menargetkan perusahaan atau lembaga pemerintah AS.
Para pejabat AS mengadakan pertemuan pekan lalu dengan Meng Jianzhu, Sekretaris Politik dan Hukum Komisi Pusat Partai Komunis China, membahas soal keprihatinan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS juga menyatakan waspada dengan serangan siber yang diduga berasal dari Rusia, Iran, dan Korea Utara.
China sendiri menanggapi tudingan itu dengan tenang. Negeri Tirai Bambu, yang diwakili oleh Penasihat Negara China, Yang Jiechi, justru membuka peluang kerja sama keamanan siber dengan AS.
"Kami berharap China, AS dan negara-negara lain bisa bekerjasama untuk aturan keamanan siber di arena internasional dalam semangat saling menghormati, kesetaraan dan saling menguntungkan," kata Yang dalam sebuah wawancara yang fokus menanyakan kunjungan kenegaraan Presiden Jinping ke AS.
Ia menegaskan bahwa China sendiri adalah korban peretasan siber dan ia mengatakan dugaan ini harus diselidiki dan ditangani. (adt)