Proyek Satelit Galelio yang dikembangkan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) dimaksudkan untuk menjadi alternatif Global Positioning System, atau GPS, yang dioperasikan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Peluncuran pekan lalu, menandai peluncuran 10 satelit dalam rangkaian Galileo yang direncanakan mencapai 30 unit untuk operasional penuh pada 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satelit pekan lalu dikirim dengan memanfaatkan roket Soyuz buatan Rusia. Mereka mencapai sasaran orbit setelah empat jam lepas landas.
ESA berencana meluncurkan dua satelit lanjutan pada tahun ini.
Pada 2016 mendatang, satelit Galileo rencananya akan dibawa dengan roket Ariane yang mampu mengangkut empat satelit dalam sekali peluncuran. (adt/eno)