Diberi nama Spot, robot yang memiliki bobot 70 kilogram itu dioperasikan menggunakan tenaga listrik dan berjalan dengan empat kaki yang bergerak secara hidrolik.
Spot diuji di Marine Corps Base Quantico yang bersemayam di Virginia sebagai bagian dari evaluasi penggunaan teknologi robotika untuk aktivitas militer masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu aktivitas saat uji coba adalah Spot diberi perintah untuk menghampiri sebuah bangunan di dekat markas marinir untuk melakukan simulasi pemantauan tiap sudut guna tetap waspada jika ada musuh dan ancaman.
Mengutip situs PC World, Spot merupakan lini produk terbaru yang dikembangkan oleh Boston Dynamics. Dibandingkan dengan robot-robot terdahulunya, yakni LS3 dan Big Dog, Spot diklaim lebih cekatan dan lebih tenang.
Angkatan militer AS mengaku tertarik menggunakan robot dalam pertempuran karena mereka mengaku lebih percaya diri mengirim pasukan robot ke situasi berbahaya tanpa ada perasaan cemas atau takut kehilangan nyawa seseorang.
"Kami ingin melanjutkan eksperimen dengan teknologi berkaki empat ini dan meyakini bahwa robot canggih seperti ini bisa dipekerjakan untuk meningkatkan kemampuan pertempuran perang militer," ujar Kapten James Pineiro selaku kepala cabang Marin Corps Warfighting Laboratory, dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu. (adt)