Proyek Palapa Ring ini bakal menjadi jaringan tulang punggung untuk menghubungkan kabupaten dan kota dengan layanan telekomunikasi yang baik, terutama Internet.
Menteri Kominfo, Rudiantara menyatakan, dari 560 kabupaten/kota saat ini masih ada sekitar 100 kabupaten/kota yang belum mendapat akses Internet broadband.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelaki yang ramah disapa Chief RA itu juga menambahkan, paket yang ditawarkan untuk proses pembangunan terdiri dari lima paket di wilayah Barat dengan bentangan serat optik di laut sepanjang 1.122 kilometer.
Diketahui, tahap prakualifikasi tender proyek ini telah selesai, di mana ada delapan perusahaan atau konsorsium yang dinyatakan lulus oleh Panitia Pengadaan.
Tiga di antaranya adalah perusahaan telekomunikasi besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Sisanya adalah iForte Solusi Infotek dan empat konsorsium meliputi Konsorsium Mora Telematika Indonesia—Ketrosden Triasmitra, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, Konsorsium Pandawa Lima, Konsorsium Matra Mandiri Prima—Hitachi High Technologies Indonesia—Partibandar Utama. Delapan perusahaan ini telah lulus prakualifikasi dan akan mengikuti tender di tiga paket pembangunan yang ditawarkan tersebut.
![]() |
"Wilayah yang broadband-nya tidak dibangun operator maka akan dibangun kerja sama antara pemerintah dan swasta," sambungnya.
Tak hanya itu, Rudiantara menekankan bahwa tender sudah harus selesai di akhir 2015 dan proses pembangunan diharapkan sudah bisa dimulai pada 2016 demi mencapai target.
Palapa Ring, yang masuk dalam program Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019, ditargetkan bisa menyalurkan layanan Internet ke konsumen dengan kecepatan 10 Mbps ke pedesaan dan 20 Mbps di perkotaan.
Melalui proyek ini pula, Rudiantara berharap tak ada lagi kesenjangan tarif Internet di Indonesia timur mengingat tarif di sana bisa dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan di Jakarta.
(eno)
