Ved yang sedang menimba ilmu di Babson College, Massachusetts, AS mengaku tengah memelajari tampilan antarmuka dari fitur Google Domains--sebuah layanan untuk membeli domain yang dikelola Google. Saat ia mengetik 'google.com' dan mencarinya, domain itu malah tersedia alias available untuk dibeli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ved betul-betul telah melakukan pembayaran domain google.com seharga US$ 12 atau setara Rp 176 ribu pada saat itu. Tak lama, ia menerima dua pesan email dari [email protected] dan wmt-noreply.google.com.
Mengutip Mashable, Ved mengatakan ia telah mengirim peringatan ke Google Security mengenai hal tersebut dan perusahaan dikabarkan sudah mengetahui 'insiden' itu. Pencarian Google.com di Google Domain kini sudah tidak tersedia.
Hanya beberapa saat dia bisa menguasai Google.com, karena setelahnya dia harus mengembalikan nama domain tersebut ke sang empunya.
Perwakilan dari raksasa teknologi Google sampai saat ini enggan memberikan komentar. Namun, dugaan paling kuat adalah adanya bug di dalam sistem Google Domain yang membuat Google.com bisa dibeli oleh Ved.
Ved sendiri, berdasarkan riwayat pekerjaan di laman LinkedIn, sempat bekerja untuk Google dari 2007 hingga 2012.
(tyo)