“Kalau bicara mengenai mana antara coverage sama speed, kita pernah ada survey ke konsumen kita menanyakan apa yang paling penting yang pasti jawabannya satu coverage,” kata Direktur Smartfren Roberto Saputra di Jakarta, Jumat (2/10).
Menurut Roberto, akses internet yang cepat tidak akan optimal apabila cakupan jangkauannya kecil. Kendati demikian, Roberto tidak mengesampingkan kecepatan karena pada dasarnya layanan 4G LTE memungkinkan pengguna berseluncur di dunia maya dengan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menekankan pada keterjangkauan layanan, lanjut Roberto, pelanggan akan lebih nyaman karena bisa mengakses di manapun mereka berada.
Disebutkan Roberto, kecepatan akses unduh Smartfren 4G LTE minimal 2 Megabit per second (Mbps). Adapun rata-rata kecepatannya internetnya ada di kisaran 2 – 8 Mbps tergantung lokasi. Bahkan, di beberapa lokasi bisa mencapai 30 Mbps.
Sebagai informasi, lembaga riset telekomunikasi OpenSignal dalam laporan The State of LTE September 2015 lalu mencatat, kecepatan unduh 4G LTE milik Smartfren sebesar 7 Mbps atau menduduki peringkat 158 secara global.
Sementara itu kecepatan unduh 4G LTE milik XL Axiata tercatat sebesar 12 Mbps (peringkat ke 118 secara global), Telkomsel memiliki kecepatan unduh 11 Mbps (peringkat 127 secara global) dan Indosat memiliki kecepatan unduh sebesar 10 Mbps (peringkat 146 secara global).
(eno)