Uji coba itu akan dilakukan oleh 50 orang terpilih. Mereka akan menumpang mobil bernama Robot Taxi untuk berpergian dari satu tempat ke tempat lain, ke swalayan misalnya.
Robot Taxi merupakan mobil otonom yang dibuat oleh dua perusahaan yakni, DeNA sebuah perusahaan internet dan perusahaan teknologi otomotif ZMP. Mobil ini rencananya bisa dipakai komersil pada 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pihak mengatakan bahwa jika membahas masalah mobil tanpa sopir, Jepang memang ketinggalan. Audi, Mercedes-Benz, Ford, dan Tesla telah mengembangkan fitur tanpa pengemudi. Google bahkan sudah menguji coba mobil tanpa sopir di jalan-jalan Amerika Serikat tahun ini.
Sementara itu, Toyota baru saja menginvestasikan US$ 50 juta atau setara Rp 736,7 miliar di Stanford dan MIT untuk riset kendaraan tanpa sopir.
Pada Kamis (1/10), Toyota mengumumkan alat pengaman terbaru yang didesain untuk mengirim dan menerima informasi antara kendaraan dan infrastruktur jalan. Alat ini dapat mendeteksi apakah sopir tidak merespons lampu lalu lintas dan mengurangi kecepatan.
(eno)