Multituberculates adalah nama yang diberikan kepada kelompok mamalia yang bentuknya seperti binatang pengerat. Berang-berang purba ini memiliki katup atau semacam tuberkel pada giginya. Multituberculates hidup bersamaan dengan masa hidup dinosaurus.
Tapi pada saat terjadi bencana dahsyat yang membuat dinosaurus punah, yakni pada periode Cretaceous, pada 66 juta tahun lalu. Binatang ini kemudian bertahan hidup sampai 30 juta tahun kemudian, sebelum akhirnya punah juga.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fosil Kimbetopsalis simmonsae berasal dari masa 65,5-66 juta tahun lalu, atau tak lama setelah dugaan adanya asteroid yang menghantam Bumi. “Binatang ini hidup beberapa ratus ribu tahun setelah kepunahan,” kata Brusatte, seperti dilansir LiveScience, Senin (5/10).
Kimbetopsalis simmonsae diberi nama demikian untuk mengingat lokasi penemuannya, yakni Kimbeto Wash di New Mexico. Adapun nama “Psalis” berarti gunting pemotong dalam bahasa Yunani. Ini untuk menandai giginya yang luar biasa. Nama “Simmonsae” diberikan untuk menghormati Nancy Simmons, peneliti di Museum Sejarah Alam Amerika yang banyak meneliti soal multituberculates.
Kimbetopsalis simmonsae diperkirakan memiliki bobot sekitar 40 kilogram dan panjangnya sekitar 50 sentimeter, dari kepala sampai ekor.
Dari analisa gigi menunjukkan bahwa bagian molar pada Kimbetopsalis simmonsae cukup besar dan berbentuk seperti empat persegi panjang dan punya lebih banyak puncak gigi ketimbang gigi multituberculates lain. “Dan tiap puncak gigi juga punya crenulation, punggungan kecil,” kata Thomas Williamson, kurator paleontologi di Museum Sejarah Alam dan Sains New Mexico.
Mengapa Kimbetopsalis simmonsae dan multituberculates lain bisa punah? Diperkirakan karena binatang ini tak bisa beradaptasi dan bersaing dengan hewan pengerat lain. Yang jelas, multituberculates punah pada 35 juta tahun lalu dan kemudian berganti dengan binatang pengerat. (ded/ded)