"Bagus, kita harus dukung. Ini akan membuat abang-abang bajaj jadi untung, jadi tidak usah muter-muter, tinggal tunggu saja," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Meskipun belum mengetahui tarif yang diterapkan, Ahok mengatakan tarif bajaj online akan lebih murah daripada bajaj umum. Sebab, sopir bajaj sudah tidak perlu lagi mencari penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penerapan sistem online untuk angkutan transportasi di Jakarta juga akan mempermudah warga Jakarta. Ahok pun mengatakan hal tersebut sesuai dengan konsep Smart City yang ingin diwujudkannya.
Terkait kemacetan akibat nanti banyaknya bajaj yang beroperasi di Jakarta, Ahok mengatakan hal tersebut tidak akan terjadi karena jumlah bajaj akan dibatasi.
"Tidak (macet) lah, 'kan kita batasi. Bajaj cuma 14 ribu. Nanti akan terjadi hukum alam, asal tidak nambah. Kalau bus kita gratis terus banyak, mau enggak kamu naik bajaj," ujarnya.
Sebelumnya, CEO PT Roda Mandiri Indonesia, Feryanto Njomin, yang merupakan pencipta aplikasi bajaj online mengklaim sudah ada 500 sopir bajaj yang mendaftar dan ditargetkan sebanyak 7.000 bajaj BBG akan masuk dalam platform aplikasi mereka hingga akhir tahun. (tyo)