Semakin banyak produk speaker nirkabel yang memanfaatkan koneksi Bluetooth agar bisa menikmati lantunan lagu secara bebas, kencang, dan praktis. Tim dari induk perusahaan JBL, Harman International menekankan bahwa tren ini bukan untuk menciptakan polusi suara atau noise pollution.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa jadinya bila seseorang memasang speaker nirkabel tersebut di tempat umum atau ruang outdoor dengan suara lantang?
Pun begitu dari pernyataan Marketing Communication Manager Harman International, Devi Yosita. Ia mengatakan, speaker Bluetooth biasanya dimanfaatkan oleh konsumen yang doyan bersosialisasi.
Devi menjelaskan, speaker Bluetooth seringkali digunakan oleh anak muda yang menjalani kegiatan bersama dengan temannya. Itu tujuan dari produk JBL, menurutnya.
"Bukan perkara akan timbulkan bising sendiri (noise) dan mengganggu orang lain, tapi JBL hadir untuk memberi sentuhan gaya hidup yang mengeratkan tiap individu," jelasnya.
Selain soal polusi suara, speaker portable yang memanfaatkan koneksi Bluetooth agar bisa terhubung dengan perangkat mobile. Nah, perangkat mobile yang dimaksud adalah mayoritas ponsel pintar.
Brand Activation Head Harman International, Kazuo Sawachi mengatakan, bahwa speaker Bluetooth dan ponsel pintar adalah kombinasi yang selaras.
"Penggunaan speaker nirkabel tentu berkaitan dengan ponsel pintar. Keduanya cocok untuk digabungkan sebab masyarakat mana yang tak memakai smartphone? Jadi keduanya hasilkan mutualisme," ujar Sawachi usai acara peluncuran speaker Bluetooth JBL di Jakarta.
Menurut Sawachi, semakin berkembangnya teknologi yang serba praktis, membentuk karakteristik masyarakat yang kemudian selalu mencari perangkat mobile. Dalam hal ini, tanpa kabel (wireless).
JBL merilis lima produk speaker yang terdiri dari JBL Charge 2 Plus, Clip Plus, Pulse 2, Xtreme, dan Go.
Selain memiliki koneksi Bluetooth dan kapasitas baterai mumpuni, kelima produk anyar tersebut dilengkapi fitur splashproof, yaitu kemampuan tahan cipratan air.
(tyo)