“Setiap kali melihat Jupiter, kami selalu mendapatkan hal-hal baru yang menakjubkan sedang terjadi,” kata Amy Simon, ilmuwan NASA di Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland, seperti dikutip CS Monitor.. “Kali ini pun tak terkecuali.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namanya pun barangkali perlu diubah. Alih-alih masih merah, badai itu kini tampak melemah dan warnanya telah berubah menjadi jingga. Ukurannya 240 kilometer lebih pendek dari yang diamati pada 2014.
Sedangkan hal lain yang menarik adalah terlihatnya sebuah gelombang misterius di sabuk ekuatorial utara planet itu. Gelombang ini sebetulnya pernah terdeteksi pada beberapa dekade lalu, oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2, yang meluncur pada 1977. (ded/ded)