CEO Volup, Reza Ario Bimo menyatakan perusahaan telah berkomunikasi dengan lembaga musik WAMI (Wahana Musik Indonesia) untuk membicarakan perihal hak cipta musisi yang karyanya ada di dalam aplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau mengaku sistem transparansinya berbeda dari layanan serupa, Reza tak menganggap Apple Music, Spotify, dan Guvera sebagai pesaing.
Dikembangkan sejak 2012, Volup sudah tersedia di Google Play Store dan Apple App Store namun masih dalam versi Beta.
Rencana diluncurkan secara publik 29 Oktober mendatang, Volup memiliki tiga cara sistem pembayaran untuk layanan yang berbayar, yaitu harian, mingguan, dan bulanan. Layanan berbayar harian dikenai biaya Rp2.000, mingguan dibanderol Rp13.000, dan Rp50.000 untuk bulanan.
Volup berkonsep layanan musik hibrids, yakni terdiri dari layanan radio seperti biasa, streaming musik, fasilitas unduh (download), sewa musik, video, dan konten tulisan yang tentu bertema musik.
Diketahui saat ini, Volup lebih fokus mengembangkan musik lokal terlebih dahulu seperti White Shoes & Couples Company, Sore, hingga Burger Kill ketimbang ranah internasional. (ded/ded)