Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim mengatakan, saat ini jumlah pengemudi Gojek sekitar 200 ribu dan 100 ribu di antaranya berada di kawasan Jakarta.
"Kita hentikan rekrut untuk Jakarta karena jumlahnya terlalu banyak, tapi kota lain masih terus rekrut," ujar Nadiem saat ditemui usai jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Jakarta, Gojek tercatat juga beroperasi di kota Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar.
Saat ini perusahaan sedang berupaya memperkuat layanan GoMart yang menyediakan layanan jual beli online memanfaatkan para pengojek untuk membelanjakan barang kebutuhan konsumen di toko ritel.
Gojek saat ini sedang berupaya meraih pendapatan dari layanan. Untuk mengembangkan produk dan layanan, Gojek masih mengandalkan pendanaan dari sejumlah investor, antara lain Northstar Group dan Sequoia Capital dengan nilai yang tidak diungkap. Investasi Gojek saat ini telah memasuki tahap Seri C.
Pendanaan tersebut digunakan untuk merekrut karyawan, mengembangkan teknologi, serta memberi pelatihan kepada mitra pengemudi agar berkendara secara aman.
Mereka telah merekrut puluhan pemrogram peranti lunak dari Bangalore, India. Totalnya mereka telah memiliki 120 pemrogram di Jakarta, Yogyakarta, dan Bangalore.
(adt/tyo)