Bepergian dari rumah ke tempat kerja, misalnya, bisa jadi hal yang melelahkan ketika harus menguras waktu berjam-jam untuk sampai di tempat tujuan. Indonesia, menurut catatan Waze, termasuk negara yang boros waktu di jalan.
Rata-rata pengemudi di Jakarta menghabiskan waktu selama 42,1 menit ketika bepergian dari rumah atau tempat tinggalnya menuju kantor. Angka ini tak jauh berbeda dengan Manila yang mendapat predikat paling buruk dari seluruh kota di dunia, selama 45,5 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Google Waze Dituding Mencuri Peta |
Jika dilihat dari tingkat kemacetannya, empat dari 15 kota termacet di dunia ada di Indonesia. Kota-kota itu adalah Jakarta, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung. Dalam kategori ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kota terbanyak yang masuk dalam catatan termacet versi Waze.
Selain itu, Waze mencatat indeks kebahagiaan para pengemudi ketika di Indonesia hanya sebesar 3,7. Artinya, tidak bahagia dan masuk dalam daftar yang terburuk. Kota yang mendapat predikat itu adalah Yogyakarta, Medan, Bandung, dan Denpasar.
Lihat juga:Di Balik Akurasi Peta Digital Waze |
The Huffington Post mencatat, warga Italia masuk dalam daftar pengemudi yang tidak bahagia ketika bepergian di jalan. Padahal, Italia masuk dalam 15 negara yang tidak macet seperti Belanda dan Slovakia.
Sementara itu, di belahan dunia lainnya yakni Amerika Latin, negara seperti El Salvador dan Colombia adalah negara dengan lalu lintas terparah yang membuat stress.
Rata-rata kecepatan laju kendaraan di kota-kota negara tersebut adalah 20 kilometer per jam atau sekitar 64 kilometer per jam. Kondisi kemanan di negara-negara itu pun juga jauh dari harapan. Seringkali, mobil-mobil terjebak macet dalam baris panjang antrian di jalan lantaran kecelakaan.
(eno)