Program yang dimaksud bernama Musical Improvising Collaborative Agent (MUSICA) dan memiliki tujuan utama untuk menciptakan perangkat -- dalam hal ini, robot -- yang mampu bermain musik jazz secara solo bersama manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan kami di musim panas selanjutnya adalah mempesembahkan sistem 'panggil dan jawab', di mana saya bisa memainkan satu bait musik dan sistem ini akan menganalisisnya, lalu memberi jawaban atau respon semirip mungkin," tutur Ben Grosser, salah satu ilmuwan yang mengembangkan proyek MUSICA dari School of Art and Design di University of Illinois.
Mengingat DARPA adalah badan pertahanan yang fokus pada militer AS, lantas mengapa ingin menciptakan robot musik?
Tentu bukan untuk menyulap para pasukan militer Amerika menjadi maestro jazz bersama para robot. DARPA disebut-sebut ingin robot yang memiliki kemampuan lebih canggih.
Jadi tak hanya mendambakan robot masa depan yang hanya mampu memelajari hal-hal dengan seksama atau kolaborasi kompak antara manusia dan robot. Makna canggih yang dimaksud adalah robot yang bisa merespon secara instan dari tindakan manusia di sekitarnya. (tyo)