Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin mengatakan pihaknya telah mendapat laporan masyarakat setempat soal dentuman meteorit tersebut.
"Kami sudah dapat laporan bahwa ada benda langit bercahaya yang jatuh ke tanah lengkap dengan suara dentuman dan sempat menyebabkan getaran. Itu adalah meteorit, yang merupakan sisaan dari meteor," ujar Thomas saat dihubungi oleh CNN Indonesia, Selasa (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thomas juga menambahkan, meteorit itu diduga ukurannya kecil, yaitu sekitar 1 meter atau bahkan kurang.
Diungkapkan Thomas, meteor dan meteorit adalah dua hal berbeda. Meteor adalah batuan antariksa yang menyerupai bola api nan bercahaya, di mana ia akan terbakar jika masuk ke atmosfer Bumi. Nah, sisaan dari pembakaran meteor ini dinamakan meteorit.
Lihat juga:Meteor Jatuh dan Terbakar di Langit Bangkok |
Oleh karena itu, meteorit memang biasanya masih berbentuk batu-batu kecil. Namun sangat mungkin juga ukurannya masif yang mencapai belasan meter apabila si meteornya juga raksasa.
Ia bahkan menambahkan, secara tafsiran setiap harinya 25 ribu ton batuan antariksa masuk ke Bumi, termasuk meteor. Jika ukurannya kecil maka besar kemungkinan saat ia terbakar di atmosfer Bumi, maka tidak akan menyisakan puing atau meteorit.
Sedangkan untuk meteor yang ukurannya cukup besar masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, biasanya cenderung akan pecah atau hancur yang menghasilkan puing bebatuan meteorit.
Yang jelas, kejadian meteorit di Bengkulu ini Thomas pastikan tidak berbahaya karena tidak ada kandungan kimia dan radiasi yang dibawa dari antariksa.
(eno)