"Saya dan 2 CEO operator lainnya hari ini (Rabu, 28 September) menandatangani technical trial agreement (Project Loon)," kata CEO XL Axiata Dian Siswarini, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Kamis (29/10/2015). Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Indosat Alexander Rusli. "Iya betul, kami baru saja tanda tangan trial teknis."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian bilang,"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network."
Menkominfo Rudiantara (tengah) bersama dengan CEO XL Dian Siswarini di HUT XL ke-19 (Dok.XL Axiata) |
Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.
Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.
Balon udara yang dikembangkan Google ini masih dalam tahap pengembangan dari laboratorium Google X. Ia telah menjalankan uji coba terbang di Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam dua tahun terakhir. (eno/tyo)
Menkominfo Rudiantara (tengah) bersama dengan CEO XL Dian Siswarini di HUT XL ke-19 (Dok.XL Axiata)