APJII mengatakan mayoritas PJI mengalami masalah infrastruktur akhir ke konsumen atau last mile. Hal ini terbukti dengan porsi penyebaran trafik di antara anggota APJII dimana 70 persen trafik dikuasai oleh tiga operator seluler seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, sedangkan 30 persen trafik diperebutkan oleh lebih dari 350 PJI.
Ketua Umum APJII, Jamalul Izza meminta, pemerintah membuka akses inovasi infrastruktur telekomunikasi ini ke seluruh penyedia Internet tanpa perbedaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, Telkomsel, XL, dan Indosat, merupakan penyelenggara jaringan telekomunikasi yang memiliki lisensi PJI.
Sebelumnya pada Juli 2015, APJII sempat menanyakan langsung ke Google soal kesempatan memakai balon udara pemberi akses Internet ini untuk kepentingan anggota APJII, namun pihak Google mengatakan tidak bersedia.
Sebagai upaya infrastruktur telekomunikasi dapat dirasakan 350 anggota APJII, organisasi ini mengklaim selama telah mengajukan permohonan ke pemerintah soal regulasi untuk Mobile Network Operator (MNO) dan Mobile Virtual Network Operator (MVNO) serta regulasi Open Access.
"Dengan demikian, anggota APJII tidak perlu menggelar infrastruktur berganda sehingga dapat meningkatkan efisiensi nasional," ujar Sekjen APJII Henri Kasyfi.
APJII pun menyatakan pihaknya siap untuk menjadi koordinator bagi 350 anggotanya yang hendak ikut serta dalam memanfaatkan Project Loon.
Menurut rencana, uji teknis balon udara Google akan dilakukan pada 2016 memanfaatkan spektrum 900 MHz. Jika berjalan lancar, pemanfaatan balon udara untuk memancarkan sinyal 4G LTE ini akan dilakukan dalam dua sampai tiga tahun mendatang. (adt)