Perusahaan tersebut diberi nama Toyota Research Institute yang dipimpin oleh Gill Pratt sebagai CEO dengan merekrut sekitar 200 karyawan. Pratt sebelumnya adalah eksekutif penasihat teknis di Toyota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Toyota, Akio Toyoda, dahulu sempat menjadi bagian yang mengesampingkan teknologi kecerdasan buatan dalam mobil masa depan. "Saya sering mengatakan, cukup sampai saat ini, kita akan pergi dengan berkendara secara otomatis jika mereka mengalahkan manusia dalam lomba mobil 24 jam," kata Toyoda, seperti dikutip dari Reuters.
Perusahaan otomotif merasa perlu menyeriusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tengah gempuran perusahaan teknologi yang gencar membangun mobil yang dapat berjalan sendiri tanpa kendali manusia.
Google diketahui telah membangun purwarupa mobil yang dapat berjalan sendiri, sementara Apple telah membajak ahli kecerdasan buatan demi membangu mobil pintar. (adt/eno)