Rencana itu kabarnya akan dilakukan di tiga titik wilayah Indonesia yang paling sulit terjangkau sinyal. Di sini balon Google akan menggantikan peran BTS untuk menyebarkan sinyal seluler ke pengguna ponsel di sana.
Langkah ini dinilai masuk akal. Karena dibanding operator harus membangun menara yang tidak murah dan mudah, menggunakan balon tentu bakal lebih efektif dan ekonomis. Tapi di sisi lain Telkomsel juga masih memiliki beberapa pertimbangan untuk tetap menggunakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Batam Jadi Kota Kesembilan 4G LTE Telkomsel |
"Sejauh ini hanya rencana uji teknis, belum jelas hitung-hitungannya bagaimana," kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel saat ditemui CNN Indonesia di Batam.
Menurut Ririek, hitung-hitungan yang ideal adalah, jika program tersebut bisa menguntungkan kedua pihak, Loon bisa digunakan sebagai ekstensi operator untuk menjangkau tempat terpencil yang sulit sinyal.
Uji coba balon Internet Google rencananya akan dilakukan menggunakan frekuensi 900 MHz milik Telkomsel, dan berlangsung selama satu tahun di 2016, di lima titik di atas Sumatera, Kalimantan dan Papua Timur.
Selama masa uji coba teknis ini, akses Internet melalui Project Loon berada sepenuhnya dalam kendali Telkomsel melalui infrastruktur backbone yang dimiliki Telkomsel atau Telkom seperti SMPCS (Sulawesi Maluku Papua Cable System).
Telkomsel pun akan terus melakukan penggelaran jaringannya ke seluruh pelosok Indonesia, dan teknologi ini diharapkan jadi pelengkap untuk menjangkau lebih banyak lagi kawasan di Indonesia. Tahun ini jumlah BTS Telkomsel telah menembus angka 100,000, yang tersebar hingga ke pelosok Nusantara, termasuk ke berbagai daerah perbatasan, dimana lebih dari 50 persen di antaranya adalah BTS broadband.
(eno)