PBB Setuju Memakai Spektrum Radio untuk Pelacakan Penerbangan

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 12/11/2015 03:55 WIB
PBB Setuju Memakai Spektrum Radio untuk Pelacakan Penerbangan Puing diduga MH370 yang ditemukan di Pulau Reunion. Reuters/Zinfos974/Prisca Bigot)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk menghindari terulangnya peristiwa pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang Maret tahun lalu, konferensi PBB, Rabu (11/11), sepakat memberikan sebagian dari spektrum radio untuk sistem pelacakan penerbangan global.

Berdasarkan perjanjian World Radiocommunication Conference (WRC) tersebut, satelit dapat menerima transmisi automatic dependent surveillance-broadcast (ADS-B), yang saat ini hanya dikirimkan oleh pesawat terbang kepada pesawat terbang lain dan stasiun kontrol di darat.

“Perjanjian ini memperluas sinyal ADS-B di luar line-of-sight (sistem perambatan radio dari antena pengirim ke antena penerima) untuk memfasilitasi pelaporan posisi pesawat terbang yang dilengkapi dengan ADS-B di mana saja di dunia, termasuk lautan, samudra,  dan daerah terpencil lainnya,” kata badan PBB International Telecommunication Union (ITU) dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Reuters.


“Alokasi frekuensi untuk menerima sinyal ADS-B dari pesawat terbang untuk stasiun ruang angkasa akan memungkinkan pelacakan real-time pesawat terbang di mana saja dia berada di dunia,” kata Kepala Biro Komunikasi Radio ITU Francois Rancy.

Hilangya Maskapai Malaysia Airlines MH370  tahun lalu dan kecelakaan Maskapai Air France 447, 2009, menunjukkan pentingnya ketentuan yang mengharuskan  operator menentukan pesawat terbang setiap saat di lokasi manapun.

Badan penerbangan PBB International Civil Aviation Organization (ICAO) telah menetapkan batas waktu, November 2016,  untuk mengadopsi pedoman pelacakan baru ini. Aturan ini mencakup, pesawat terbang mengirimkan posisi mereka setidaknya setiap 15 menit, atau lebih dalam keadaan darurat.

(win)


ARTIKEL TERKAIT