Uni Eropa sejak tahun lalu mendakwa Irlandia terkait penerapan regulasi pajak internasional yang tak sesuai, yang membiarkan Apple mengumpulkan keuntungan puluhan miliar dolar dari pendapatannya tanpa membayar pajak yang semestinya.
Nah, keputusan mengenai kesepakatan pajak dengan Apple diungkapkan oleh Menteri Keuangan Michael Noonan, akan diputuskan setelah perayaan Natal. Dari pengakuan Noonan, pemerintah bisa saja kembali 'paksa' Apple untuk bayar pajak substansi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Reuters, rencana penambahan 1.000 karyawan ini bakal dilakukan pada 2017 mendatang. Hal ini menandakan dari 6 ribu pekerja, sekitar seperempat dari karyawan Apple basis Eropa akan bekerja di Cork, kota di Irlandia yang memiliki sektor swasta terbesar.
Noonan pun menambahkan, pekerjaan baru itu menunjukan kontroversi seputar kesepakatan pajak terhadap Apple tidak memengaruhi antusiasme perusahaan.
Apple dilaporkan membayar tarif pajak sekitar 2,5 persen dari keuntungannyaa sebesar US$ 109 miliar selama lima tahun sampai 2014. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil kecil dari 12,5 persen tarif pajak Irlandia.
Selama ini Apple memang diketahui menggunakan metode Dutch Sandwich dan Double Irish yang membuat perusahaan tersebut mampu menekan pajak sekecil mungkin.
Sementara Cook mengatakan pada media RTE, bahwa perusahaan telah membayar tarif 12,5 persen dari pemasukan perusahaan di Irlandia. (tyo)