Bukan rahasia lagi memang, saat Apple Music pertama kali diluncurkan, CEO Tim Cook memang berjanji akan menghadirkan layanan ini tidak hanya untuk iOS saja. Dan itu dibuktikannya beberapa waktu lalu.
Apple Music, bukan aplikasi pertama Apple di Android, karena sebelumnya juga sudah ada aplikasi bernama 'Move Android to iOS'. Bukan juga layanan pertama Apple di luar sistem operasi miliknya, yang kami maksud iTunes untuk Windows. Intinya, Apple memang tidak seeksklusif seperti yang dibayangkan di benak banyak orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan hanya pada masalah penempatan saja. Ke semua fitur yang disebutkan tadi di iOS dipasang di bagian bawah secara berurutan, sementara di Android memerlukan tap baru di sebelah kiri atas.
Posisi ini yang sebetulnya tidak efektif, karena bagi pengguna Apple Music setelah melakukan pencarian harus menekan tombol 'back', sementara iOS tinggal memilih ke fitur mana yang diinginkan.
Apple Music di Android (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi) |
Selebihnya? Sama saja. Pengguna masuk menggunakan akun Apple ID dan akan terkoneksi langsung, bila memang sudah memakai sebelumnya di iOS atau iTunes. Sementara untuk pengguna baru, bisa mencicipnya secara gratis selama 3 bulan, sampai kemudian ditagih Rp 69 ribu per bulan atau Rp 150 ribu untuk paket family.
Pengguna pun juga bisa memutar lagu secara offline, karena memungkinkan untuk mengunduhnya terlebih dahulu dan menyimpannya di dalam memori.
Apple Music bisa juga diputar secara offline (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi) |
Antarmuka Apple Music di Android juga tak ada bedanya, Apple membawa ciri tembus pandang ke layanan musik.
Bagi CNN Indonesia, ini mungkin salah satu cara untuk Apple mengambil chuan yang banyak dengan keunggulannya di ekosistem musik digital ke platform lainnya.
(eno/tyo)
Apple Music di Android (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Apple Music bisa juga diputar secara offline (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)