Osborne menggarisbawahi kebutuhan negara meningkatkan perlindungan elektronik terhadap serangan, setelah terjadi serangan di Paris pada 13 November yang menewaskan setidaknya 129 orang dan diklaim dilakukan oleh ISIL atau sebutan lain untuk ISIS.
"ISIL sudah menggunakan Internet untuk tujuan propaganda mengerikan, karena radikalisasi, untuk perencanaan operasional juga," katanya seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Osborne mengatakan belanja negara untuk keamanan siber ditingkatkan dua kali lipat menjadi 1,9 miliar poundsterling sampai 2020. Menurutnya, internet merupakan sumber kritis kerentanan yang potensial.
Sebagai bentuk pertahanan, pemerintah Inggris mengatakan bakal menjalin kemitraan dengan penyedia jasa Internet dalam menangkis serangan program jahat dan memblokir alat situs web yang berpotensi berbahaya untuk pengguna Inggris.
Dalam rencana keamanan siber nasional yang baru disusun pemerintah, Inggris akan melakukan respons cepat dan lebih efektif atas serangan online besar. Pasukan itu akan berbasis di Government Communications Headquarters (GCHQ) di Cheltenham, barat daya Inggris.
Sebuah penyedia jasa Internet Inggris, TalkTalk, pada bulan Oktober lalu mengalami serangan siber yang berdampak pada 157 ribu pelanggan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang Inggris dan Amerika Serikat berencana melakukan uji respons serangan siber di sektor keuangan. (adt/eno)