Malang nasib Veerender Jubbal. Penganut Sikh--penganut Sikhisme, agama dari Punjab, India-- yang tinggal di Kanada ini menjadi korban aplikasi pengolah foto Photoshop yang menyeret namanya sebagai pelaku aksi teror bom di Paris pada Jumat kemarin (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto olahan Photoshop Jubbal itu juga menggemparkan media sosial Twitter. Seorang pengguna dengan nama pengguna @JordiRico berkicau kepada Jubbal, "hai, Anda telah muncul di sampul surat kabar Spanyol sebagai teroris."
"Orang-orang mengolah foto selfie saya menggunakan Photoshop seakan-akan saya adalah salah satu dari pelaku tragedi di Paris," cuitnya.
Ia juga meyakinkan para netizen bahwa ia sendiri belum pernah mengunjungi Paris. "Mari mulai dari hal paling dasar. Saya belum pernah ke Paris, saya seorang Sikh dengan turban. Saya tinggal di Kanada," tulis Jubbal.
Kiri: hasil Photoshop, Kanan: foto asli (Dok Akun @Veeren_Jubbal) |
Netizen di Twitter lainnya juga sempat ramai menyemangati Jubbal. Pengguna @AmyStephen berkicau, "menggambarkan Veerender Jubbal sebagai teroris sama saja membebani hidupnya dan merusak reputasinya. Ini adalah terorisme online."
Ada pula yang berharap aksi penipuan rekayasa foto ini agar bisa ditindaklanjuti. "Harus ada konsekuensi hukum jika pemerintah bisa melacak oknum yang mengolah foto Jubbal dengan Photoshop dan menyebarnya di dunia maya," kicau pengguna bernama Dillon Rogers.
Mengutip situs RT, tidak jelas siapa dalang di balik rekayasa foto selfie Jubbal ini, namun banyak laporan yang menyatakan kemungkinan ini adalah aksi dari gerakan Gamergate yang dikritik oleh Jubbal.
Gerakan Gamergate sendiri fokus pada isu seksime dan kebencian terhadap kaum wanita di dalam kultur game video. Sejak lama gerakan ini memprovokasi debat dari masyarakat.
Tragedi bom di Paris tak hanya menjadi duka bagi negeri Eiffel, melainkan seluruh dunia. Pasalnya, lebih dari 129 korban tewas dan 352 korban luka pada tragedi di enam titik ibu kota itu datang dari beragam belahan Bumi.
Para korban termasuk siswa, guru, jurnalis, arsitek, pengacara, atlet, hingga musisi, termasuk Nick Alexander asal Inggris, manajer bagian cendera mata band Eagles of Death Metal yang tengah manggung saat peristiwa itu terjadi.
Dari delapan tersangka yang terlibat dalam serangan teror di Paris, tujuh tewas sedangkan satu masih dalam pengejaran. Mereka disebut berkewarganegaraan Perancis, Belgia, dan Suriah yang menyusup dalam gelombang pengungsi.
Kiri: hasil Photoshop, Kanan: foto asli (Dok Akun @Veeren_Jubbal)