Sang CEO Kwon Oh-hyun yang merupakan pucuk pimpinan dengan pendapatan tertinggi, dilaporkan menerima keseluruhan gaji sebesar 3,82 miliar won atau setara Rp 44,9 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Yoon Boo-keun yang menjabat sebagai pimpinan divisi consumer electronic business menerima total gaji 2,34 miliar won yang setara Rp 27,4 miliar. Sedangkan di periode yang sama pada 2014 lalu, ia mengantongi 3,61 miliar won atau sekitar Rp 42 miliar.
Sementara Sammobile mewartakan, Samsung secara resmi menyatakan perlu beradaptasi dengan cepat terhadap pasar yang semakin berkembang agar bisa tetap berjaya di tengah persaingan.
Laporan keuangan Samsung yang belum lama dirilis ini memang memperlihatkan penurunan empat persen menjadi US$ 5,9 miliar atau Rp 79,4 triliun untuk tahun fiskal kuartal kedua 2014.
Untuk divisi mobile yang awalnya memiliki keuntungan sekitar US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 51 triliun, dilaporkan juga mengalami penurunan menjadi US$ 2,4 miliar atau setara Rp 32 triliun pada kuartal yang sama.
Menurut kantor berita Reuters dan Bloomberg, kemerosotan Samsung ini disinyalir berasal dari kurangnya antisipasi popularitas Galaxy S6 Edge dan ketidakmampuan perusahaan untuk mempertahankan permintaan besar.
Lihat juga:Galaxy Note 5, Istimewa Berkat Fungsi S-Pen |
Samsung Galaxy S6 gagal mengangkat performa vendor ini (REUTERS/Andrew Kelly) |
Dua ponsel andalannya, Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge dinilai gagal membuat mereka meraih target. Persaingnya pun semakin keras setelah iPhone meluncurkan iPhone 6 dengan layar yang lebih besar.
Pada awal Agustus kemarin, Samsung secara resmi menurunkan harga Galaxy S6. Di Inggris harganya turun 60 poundsterling dari 499 poundsterling. Kebijakan serupa juga diberlakukan di Belanda.
Koreksi harga tersebut sebenarnya sudah mulai dibisikkan Samsung pada awal Juli 2015. Saat itu sang raksasa elektronik mengganggap pencapaiannya kurang memuaskan. (tyo)
Samsung Galaxy S6 gagal mengangkat performa vendor ini (REUTERS/Andrew Kelly)