Yu melarikan diri karena bertengar dengan orang tuanya. Sebagai pelarian, ia memilih untuk menghabiskan waktu di warnet sembari memainkan game online CrossFire.
Namun pelariannya itu membuatnya kecanduan. Ia terus menerus bermain game dan tinggal di dalam warnet selama 10 tahun menghilang. Warnet itu pun seakan menjadi rumahnya, tempat ia tidur, makan dan beristirahat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memenuhi hidupnya, Yun mengaku mendapatkan uang dari teman-teman mainnya di sana. Ia juga sempat bekerja sebagai kasir warnet untuk mendapatkan uang tambahan.
Mengutip dari South China Morning Post, polisi setempat menemukan bahwa Yun menggunakan identitas palsu setiap kali mengakses internet. Polisi pun mengenakannya denda sebesar 1.000 yuan atau sekitar Rp 2 juta rupiah terkait penggunaan identitas palsu ini.
Setelah melarikan diri dan menghilang cukup lama, keluarga Yun sempat mengiranya telah meninggal dunia.
Setelah beberapa kali melakukan penolakan, namun akhirnya Yun setuju untuk kembali menemui kedua orang tuanya.
“Saya mempunyai kepribadian yang keras kepala dan mudah marah. Saya sering memarahi dia. Tapi sekarang sudah 10 tahun berlalu dan dia telah menjadi orang dewasa. Saya tidak akan memarahinya lagi,” ungkap Ibu Xiao Mi yang ditulis dalam The Star Online.
(eno)