Anggota-anggota baru yang direkrut ini akan dijadikan analis teknologi, pengembang peranti lunak, serta spesialis teknologi dan informasi. Pemerintah Inggris juga mengumumkan mereka akan merekrut 1.900 orang mata-mata untuk memerangi ISIS serta organisasi teroris lainnya.
“Di tengah maraknya isu penyerangan teroris ke Inggris dan pasca penyerangan di Belgia, Perancis, Tunisia, dan di tempat-tempat lain, perdana menteri telah memutuskan untuk meningkatkan sumber daya yang ada,” kata pemerintah Inggris seperti dikutip dari CNN Money.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengatakan negaranya akan meningkatkan investasi dalam bidang militer untuk memerangi terorisme. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar 1,9 miliar poundsterling sampai 2020.
Pelayanan penerbangan juga telah menjadi salah satu fokus utama pemerintah Inggris, di mana mereka turut meningkatkan keamanan bandara serta penerbangan yang paling banyak digunakan oleh warga Inggris.
Untuk ke depan, Inggris berharap dapat meningkatkan kapasitas dalam merespon kejadian terorisme dengan lebih tanggap, seperti belajar dari kejadian pengeboman pesawat Rusia oleh kelompok teroris ISIS di Mesir pada 31 Oktober lalu yang menewaskan 224 korban jiwa.
Sebelumnya, Inggris pun sempat mengalami duka yang sama seperti Perancis di tahun 2005, di mana saat itu terjadi peristiwa pengeboman di London yang menewaskan 52 korban dan mengakibatkan lebih dari 700 orang terluka, seperti dilaporkan CNN.
Mengutip dari CNN Money, Cameron mengatakan, “Inggris akan bekerja keras untuk menghasilkan pengamanan ketat sebisa mungkin. Ini adalah sebuah tantangan bagi generasi kita yang menuntut kita mempersiapkan kekuatan manusia dalam melawan mereka yang hendak menhancurkan nilai-nilai kita.” (adt)