Dalam pertemuan di antara menteri telekomunikasi dan teknologi ASEAN di Vietnam, Kamis (26/11), Rudiantara berharap para pemain OTT global tidak hanya melihat negara anggota ASEAN sebagai pasar saja.
Gagasan ini, menurut Rudiantara, disambut oleh menteri telekomunikasi dan teknologi yang negaranya memiliki populasi penduduk besar. Mereka punya pandangan yang sama dengan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara menilai, jika kerja sama ini terealisasi, ekonomi ASEAN di masing-masing negara dan secara global akan saling menguntungkan.
Sejumlah operator telekomunikasi menganggap OTT sebagai benalu merugikan, yang membuat pendapatan dari telepon dan SMS menurun. Tapi, ada pula yang menganggapnya benalu menguntungkan, karena operator dapat untung dari pembelian paket data oleh pengguna yang mengakses layanan OTT. (adt/eno)