Transaksi itu membuat Sony berkuasa atas pabrik pembuatan sensor gambar Toshiba yang terletak di Oita, Jepang. Selain sensor gambar untuk kamera, pabrik ini juga membuat kontroler memori yang seluruhnya dioperasikan oleh 1.100 orang karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Toshiba memang tak terlalu besar dalam hal itu. Namun pabrik milikinya memiliki kapasitas yang besar untuk membantu pembuatan sensor gambar buatan Sony.
Lihat juga:Sony Cermati Alternatif Bisnis Ponsel |
Kabar akuisisi ini sebenarnya sudah bocor sejak Oktober 2015 lalu, saat itu salah satu sumber juga mengatakan bahwa Toshiba juga bakal menarik diri dari bisnis light-emitting diode (LED) yang merupakan bagian dari unit bisnis semikonduktor.
Toshiba diketahui sedang tersandung masalah skandal akuntansi. Perusahaan Jepang tersebut melebih-lebihkan laba dalam berbagai unti bisnis, termasuk bisnis cip, televisi, komputer pribadi, selama lebih dari tujuh tahun. Nilai uang yang dilebih-lebihkan itu mencapai US$ 1,3 miliar. (eno)