Kertas ini dinamakan 'Power Paper' atau 'kertas daya'. Kertas ini terbuat dari bahan selulosa nano, bahan yang menyerupai materi serat pembuat kertas pada umumnya. Selulosa nano ini dihancurkan dengan air bertekanan tinggi untuk menghasilkan serat super tipis dengan ketebalan 20 nanometer.
Sebagai perbandingannya, sehelai rambut manusia memiliki ketebalan 5000 kali lebih besar atau sekitar 100 ribu nanometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
“Serat-serat tersebut akan menjadi tercampur aduk dan cairan ada ruang sela-sela kertas akan berfungsi sebagai elektrolit,” jelas Jesper Edberg dari laboratorium elektronik organik Universitas Linköping.
Berbeda dengan jenis baterai ponsel konvensional, kertas daya ini tidak mengandung zat kimia atau logam berbahaya, ramah lingkungan, serta tahan air.
Hasil inovasi dari tim peneliti asal Universitas Linköping, Swedia ini bahkan telah menerima 4 rekor dunia. Pertama yaitu menjadi elektronik organik dengan pengisian daya dan kapasitansi tertinggi, masing-masing pada 1 coulomb dan 1 farad. Kedua, kertas daya adalah elektronik organik dengan hasil pengukuran tertinggi pada 1 Amp sebagai konduktor organik. Ketiga, kertas daya memiliki kapasitas tertinggi dalam mengalirkan ion dan elektron secara bersamaan. Dan keempat, kertas daya menjadi transkonduktansi tertinggi dalam transistor.
![]() |
Meskipun daya yang dihasilkan kertas saat ini belum bisa disamakan dengan daya yang dihasilkan oleh baterai litium pada umumnya, namun setidaknya dalam tes terbaru ditemukan bahwa sel-sel baru pada kertas mampu menahan sedikitnya 2.000 siklus pengisian dan pengosongan tanpa kehilangan kinerjanya.
(eno)

