Menurut Orbital Debris Program (ODP) dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, sejak tahun 1957 ada jutaan puing atau sampah antariksa yang terdiri dari beragam ukuran.
Sejak satelit Rusia yang bernama Sputnik diluncurkan ke luar angkasa pada Oktober, 58 tahun lalu, badan antariksa dari berbagai negara mulai sering mengirim objek ilmiah lain agar mengorbit di sekitar Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin membayangkan ukuran sekecil 1 sentimeter akan terdengar sepele, tapi nyatanya tidak semudah itu. Mengutip situs CNet, partikel sampah mungil tersebut mampu melintas dengan kecepatan mencapai 28.163 kilometer per jam dan bisa disebut cukup berbahaya.
"Bahkan sampah kecil bisa merusak pesawat antariksa jika mereka sedang melintas pada kecepatan tinggi," ungkap NASA. "Malah sejumlah jendela pesawat luar angkasa harus diganti karena rusak akibat sampah-sampah mungil ini."
Berikut video yang dirilis ke YouTube oleh seorang dosen sains dari University College London, Stuart Grey yang menampilkan ilustrasi dari jutaan 'gempuran' dramatis sampah antariksa di sekitar orbit Bumi selama enam dekade.
Diketahui Grey menggunakan data dari kelompok Space-Track yang khusus memonitor sampah antariksa. (adt)