Badai matahari yang sebenarnya termasuk kategori kuat ini menyebabkan terbentuknya aurora borealis berwarna-warni yang dapat dilihat. Beberapa wilayah yang bisa terlihat fenomena ini ada di daerah di selatan seperti negara bagian Oregon dan Illinois, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bintik Matahari AR2374 memiliki medan magnet ‘beta-gamma’ yang tidak stabil dan dapat meledak kembali beberapa jam mendatang. NOAA meramalkan setidaknya ada kemungkinak 55 persen tambahan lidah api kelas-M dan 10 persen kemungkinan lidah api kelas-X pada 28 Desember,” tulis Tony Philips dari NASA yang dilansir dalam Discovery News.
Badai matahari ini pun dikabarkan akan menurun intensitasnya hingga menjadi kategori G1 pada malam tahun baru dan tetap menghadirkan pertunjukan malam nan indah dengan cahaya aurora yang terbentuk.
Bila posisi seseorang berada semakin mengarah ke utara bumi, maka mereka bisa mendapatkan pemandangan terbaik melihat aurora borealis ini, begitu pula bila didukung dengan langit yang cerah.
(tyo)