Dalam siaran pers pada Senin (4/1), Intel menyatakan akan mengakuisisi Ascending Technologies, perusahaan pembuat drone asal Jerman, dengan nilai yang tak diungkap.
Perusahaan yang bermarkas di Krailing ini dikenal sebagai produsen drone untuk kepentingan para profesional, keperluan riset, dan fotografi atau videografi dari udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari blog resmi perusahaan, Intel akan membahas lebih lanjut terkait inovasi terbarunya bersama CEO Brian Krzanich pada Selasa (5/1) dalam Consumer Electronics Show (CES) yang berlangsung di Las Vegas, Nevada.
Perusahaan semikonduktor yang berbasis di Santa Clara, California ini memang serius dalam langkahnya melebarkan sayap ke industri drone. Tidak tanggung-tanggung, pada bulan Agustus 2015 Intel telah menginvestasikan dana sebesar Rp 834 milyar kepada perusahaan pembuat drone asal Hong Kong, Yuneec.
Drone memang tengah menjadi komoditas baru di pasar teknologi. Lebih dari 400 ribu drone tercatat telah terjual selama musim liburan ini, berdasarkan data regulator penerbangan Federal Aviation Administration (FFA).
Perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon dan Walmart pun mulai melirik drone sebagai mesin pengantar barang bagi para konsumennya. Di bulan Oktober lalu, Walmart telah meminta izin ke FFA untuk menguji drone pengantar barang. Sementara, bulan Desember lalu Amazon telah memamerkan purwarupa drone yang dapat mengantarkan barang dalam waktu kurang dari 30 menit ke lokasi yang terbilang dekat. Google pun berencana akan memulai pembuatan drone pengantar barang di tahun 2017 mendatang. (adt/eno)