Fenomena 'duet Venus dan Mars ini dapat disaksikan pada dini hari, sekitar pukul 4 pagi menjelang fajar. Pertunjukan ini dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun bila langit cukup cerah.
Konjungsi ini akan terletak sekitar 39 derajat sebelah barat dari matahari pagi, sekitar 2 jam sebelum matahari terbit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini juga merupakan salah satu dari dua peristiwa konjungsi planet terdekat yang dapat dilihat dengan mata telanjang di tahun 2016.
Nantinya sepanjang bulan Januari 2016, kedua planet tersebut akan perlahan saling menjauh, di mana planet Saturnus akan setia berada di sebelah tenggara hingga akhir bulan, setiap kali menjelang fajar.
Pertunjukan 'duet' Venus dan Saturnus ini ternyata juga menjadi salah satu fenomena konjungi planet terdekat yang pernah ada semenjak satu dekade lalu. Hal ini diperkirakan tidak akan kembali terjadi dan mencapai titik terdekatnya hingga 22 Juli 2037. Bahkan, ahli astronomi memperkirakan, kedua planet akan semakin ‘akrab’ dan mendekat hingga suatu saat nanti Venus akan ‘singgah’ pada cincin Saturnus, kira-kira pada 12 Agustus 2234.
Meskipun rasanya tidak ada yang tahu apakah manusia masih dapat menyaksikan fenomena langit tersebut, namun tidak perlu khawatir karena dalam waktu dekat sepertinya langit akan terus diramaikan dengan pertunjukkan menakjubkan.
Belum lama ini, tepatnya tanggal 4 Januari 2016 langit awal tahun sudah dihiasi dengan hujan meteor Quadrantid. Fenomena langit selanjutnya yang mengantri untuk 'tampil' di angkasa yaitu gerhana matahari total yang dijadwalkan akan berlangsung pada 8 Maret 2016.
Sementara, Saturnus akan dijadwalkan kembali melakukan pertunjukan ‘baris-berbaris’ di langit dengan planet Mars dan bintang Antares pada 23 Agustus 2016.
(tyo)