Yohanes Nugroho, pria yang terbiasa mengutak-atik sistem keamanan aplikasi, menemukan cela pada aplikasi Gojek di Android yang memungkinkan seseorang menambah atau mengurangi kredit akun Gojek.
Bahkan karena cela ini dibiarkan terbuka selama beberapa bulan, memicu maraknya penjualan kredit Gojek dengan harga rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang bisa dilihat lewat bug aplikasi Gojek (dok.Yohanes) |
Bug yang memungkinkan pengguna memanipulasi jumlah kredit Gojek memang sudah ditutup. Namun bukan berarti aplikasi Gojek sudah bebas dari cela yang berpotensi merugikan konsumen. Menurut Yohanes, sistem kredit hanya satu dari enam cela berbahaya yang ia temukan, tulisan lengkapnya bisa dilihat pada tautan berikut: 6 Cela Berbahaya di Aplikasi Gojek
"Kami memiliki tim khusus yang bekerja untuk menyelesaikan hal ini dan akan menuntaskan seluruhnya dalam beberapa hari ke depan," kata Nadiem
CEO Gojek, Nadiem Makarim |
"Satu hal yang pasti, keamanan data selalu menjadi salah satu prioritas utama kami. Kami telah memahami adanya permasalahan ini dan telah melakukan perbaikan di hampir seluruh aspek yang disebutkan," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yohanes menyatakan bahwa cela-cela vital yang ia temukan telah diinformasikan kepada pihak Gojek. Ia pun mengatakan pihak Gojek telah menyatakan akan memperbaiki sejumlah kekurangan aplikasi tersebut. Kendati demikian, Yohanes menilai Gojek masih lambat dalam melakukan perbaikan.
"Bug-bug ini sudah diketahui luas, kemungkinan besar jika Anda memakai Gojek (atau sebagai sopir Gojek), informasi Anda sudah disalin orang lain. Semoga artikel ini mendorong pihak Gojek untuk segera memperbaiki layanannya, karena sepertinya jika tidak dipublikasikan, perbaikan akan lambat dilakukan, dan fitur baru lebih diutamakan," katanya.
(eno)
Data yang bisa dilihat lewat bug aplikasi Gojek (dok.Yohanes)
CEO Gojek, Nadiem Makarim