Nadiem Janji Segera Tambal Lubang di Aplikasi Gojek

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 11:30 WIB
Nadiem Janji Segera Tambal Lubang di Aplikasi Gojek CEO Gojek Nadiem Makarim janji akan memperbaiiki lubang di aplikasi miliknya (Meski belum sempurna 100 persen, Nadiem menegaskan akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah bug berbahaya telah ditemukan di dalam aplikasi Gojek yang mengancam keamanan data pribadi para pengguna. Menanggapi masalah ini, perusahaan mengaku sedang dalam proses pembenahan sistem di dalamnya.

Cela berbahaya di sistem Gojek ditemukan oleh seorang perancang aplikasi Yohanes Nugroho. Meski cela berbahaya tersebut ditemukan di aplikasi Gojek versi Android, tak menutup kemungkinan perangkat berbasis iOS juga terjangkit karena keduanya memakai backend yang sama. (Ikuti FOKUS: Cela Berbahaya Aplikasi Gojek)

Manajemen Gojek menyatakan sudah mendeteksi bug yang muncul tersebut dan melakukan beberapa terobosan untuk mengatasinya demi mengoptimalkan keamanan data.


"Gojek akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem layanan kami sebab keamanan data selalu menjadi prioritas utama," begitu ucap sang CEO sekaligus pendiri Gojek, Nadiem Makarim di dalam pernyataan rilis yang diterima CNN Indonesia.


Meski belum sempurna 100 persen, Nadiem menegaskan akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan. Manajemen perusahaan juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Yohanes mengenai gangguan tersebut.

Selain terus memastikan data milik pengguna dan mitra pengemudi tetap aman, Nadiem turut menambahkan bahwa saat ini nilai kredit yang diperoleh baik para pelanggan maupun rekanan pengemudi tetap berlaku sesuai ketentuan yang ada.

Bug di aplikasi Gojek sejatinya sudah ditemukan cukup lama, yakni sekitar Agustus 2015. Yohanes mengklaim menemukan banyak cela vital yang ada pada aplikasi Gojek, dan secara umum celah itu memungkinkan seseorang iseng untuk mencari identitas pengguna Gojek, mengubah pulsa mitranya, dan data pribadi para mitranya itu.

Berbagai bug yang ditemukan Yohanes pada aplikasi Gojek tidak hanya berbahaya dari sisi privasi, tapi juga dapat merugikan secara finansial. Oleh sebab itu diharapkan Gojek bisa memperbaikinya secepat mungkin.

Dalam wawancaranya dengan CNNIndonesia.com, Nadiem juga terbuka dengan masukan yang konstruktif untuk perbaikan layanan teknologi aplikasi Gojek.

Berikut pernyataan lengkapnya:

Di Gojek, kami selalu terbuka dan menghargai setiap masukan yang konstruktif untuk perbaikan layanan teknologi kami. Satu hal yang pasti, keamanan data selalu menjadi salah satu prioritas utama kami.

Kami telah memahami adanya permasalahan ini dan telah melakukan perbaikan di hampir seluruh aspek yang dimention. Dapat kami tegaskan bahwa saat ini kredit milik pelanggan dan mitra pengendara 100 persen aman.‎

Kami memiliki tim khusus yang bekerja untuk menyelesaikan hal ini dan akan menuntaskan seluruhnya dalam beberapa hari ke depan.

Terima kasih banyak dan kami terus terbuka terhadap masukan konstruktif untuk peningkatan dan penguatan sistem kami.‎


(tyo)