"Untuk keperluan penyelidikan aparat keamanan, tidak bisa langsung diblokir, terutama akun medsos (media sosial) Jadi kita tahu ini linknya kemana aja," kata Rudiantara di sela-sela acara peresmian Pusat Inovasi Kominfo - Huawei.
Pada kesempatan yang sama, Rudiantara juga membantah bahwa Kominfo baru turun tangan setelah ada laporan tentang radikalisme. Apalagi diketahui dalang bom Thamrin, Bahrun Naim melakukan propaganda melalui blog miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain untuk mempercepat penyidikan, soal permintaan blokir situs tertentu Kominfo pun memberikan akses khusus kepada pihak yang terkait dengan pemberantasan terorisme dan radikalisme di Indonesia.
Ketika ditanya mengenai adanya tim khusus atau tidak, Rudiantara enggan untuk membeberkannya. "Tim khusus, rahasia perusahaan," ujarnya.
Meski begitu, ia membeberkan bahwa Kominfo saat ini sedang mencoba mencari akun dan situs sosial yang terkait radikalisme dan terorisme.
"Saat ini, kita perkuat proses dan orang-orang (tim) untuk mencari akun dan situs sosial yang bermuatan konten radikalisme dan terorisme. Biar masyarakat tenanglah," tutupnya. (tyo)