Kentut adalah reaksi alami pada tubuh manusia. Saat berada di ruang angkasa pun para astronaut akan mengalami hal ini, walau mungkin tidak sesering saat berada di Bumi.
Namun kentut di angkasa bisa menjadi masalah. "Jika Anda kentut, maka gas itu akan tetap di sana. Tidak akan bergerak," kata Derrick Pitts, kepala astronom dari Franklin Institute, dikutip dari Geekadelphia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mensiasati hal ini ada berbagai cara. Robert Frost, instruktur astronaut dari NASA menyarankan untuk membuang gas tersebut saat astronaut masih di dalam pakaian ruang angkasa.
Selain kentut sebenarnya masih ada beberapa hal sepele lain yang ternyata sulit dilakukan saat berada di angkasa, seperti ketika astronaut ingin menggaruk hidungnya yang gatal.
"Tak ada yang bisa dilakukan, Anda harus menyikapinya dengan dewasa. Bisa coba menggaruknya ke samping seragam jika hidung Anda sebesar saya," tutur Luca Parmitano, astronaut yang pernah menjalani misi terlama di antariksa pada 2013.