Proyek mobil self-driving dari Google memang sudah ada sejak lama, namun mobil pintar tersebut ditujukan untuk para masyarakat umum dan kini masih dalam tahap uji coba di jalan raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam keterangan paten Google disebutkan bahwa truk pintarnya itu bakal menggunakan kombinasi sensor seperti radar, kamera video, dan laser yang berguna memantau kondisi jalan dan lalu lintas sekitar.
Bagaimana jika truk pintar terjebak kemacetan? Google mengatakan, truk pintarnya akan mengirim pesan teks untuk memberi tahu bahwa ia akan datang terlambat.
Karena sifatnya yang serba pintar tersebut, truk Google setidaknya bakal bergantung pada laptop, tablet, televisi, komputer genggam, atau PDA sebagai perangkat jaringannya.
Ia juga akan menggunakan koneksi Bluetooth atau NFC, serta memanfaatkan VPN, jaringan LAN, WAN, atau MAN.
Mengutip The Verge, layanan jasa pengiriman barang menggunakan truk otonom pintar Google ini kemudian dipertanyakan, apakah mampu bersaing dengan layanan Amazon Prime Air dan Uber dalam segi kecepatan dan biaya. (tyo)