Dengan menggunakan model deep-learning dan teknologi computer vision, sistem dapat mendeteksi keberadaan pejalan kaki dengan rata-rata 2-4 frame per detik layaknya mata manusia.
Agar dapat bekerja secara realtime dan mencapai tingkat akurasi yang tinggi, algoritma yang ditanamkan pada kendaraan pintar dirancang hanya bekerja pada saat mendeteksi adanya kegiatan manusia. Sementara objek disekitarnya, seperti langit atau bangunan tidak dapat dideteksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendaraan pintar dan self-driving nampaknya akan segera hadir di masa depan mengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di jalan.
Baru-baru ini, Google berhasil mengantongi paten truk otonom yang mampu mengirimkan paket untuk konsumen.
Truk pintarnya ini bakal menggunakan kombinasi sensor seperti radar, kamera video, dan laser yang berguna memantau kondisi jalan dan lalu lintas sekitar. (adt/eno)