Instagram pertama kali meluncurkan platform video sekitar tahun 2013 silam dan mendapat antusiasme tinggi dari para pengguna. Antusias pengguna tak hanya para individu atau anak muda, namun juga organisasi, perusahaan e-commerce, dan lain-lain yang tujuannya untuk promosi dan beriklan.
Melalui blog resminya, Instagram mengumumkan akan segera meluncurkan fitur "video views" untuk publikasi video.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video views ini akan terletak tepat di bawah video, yaitu tempat di mana jumlah likes biasanya ditampilkan. Jadi nanti yang tertera bukan lagi jumlah likes, tetapi video views.
Perusahaan mengungkapkan, fitur ini dibikin berangkat dari pertumbuhan para netizen yang menghabiskan waktu menyaksikan video di Instagram sebanyak lebih dari 40 persen dalam waktu 6 bulan.
"Kami sering mendapat masukan dari komunitas bahwa mereka ingin mengetahui lebih dalam lagi soal berapa banyak orang-orang yang terikat dengan postingan video mereka," tulis Instagram.
Facebook yang menjadi induk perusahaan Instagram sejak 2012 silam, juga menambahkan bahwa nilai dari kampanye video sangat penting.
Dari kalkukasi lembaga riset Nielsen, sekitar 47 persen nilai video iklan terdapat di 3 detik pertama, sementara 74 persen persen nilai iklan video meningkat pada 10 detik pertama.
Sekitar Oktober 2015 Instagram meluncurkan aplikasi Boomerang yang merekam objek bergerak sebagai video. Aplikasi ini akan mengubah foto selfie biasa menjadi video yang unik.
Secara global, Instagram memiliki 400 juta pengguna aktif bulanan di mana 75 persennya berada di luar Amerika Serikat. Tercatat ada sebanyak 800 juta foto dan video dipublikasikan ke Instagram dan 3,5 miliar likes setiap hari.
(tyo)