"Gig adalah salah satu upaya kami untuk terus membangun Indonesia Digital Nation. Dengan kecepatan hingga 1 Gbps, kita ingin mengubah pengalaman digital lifestyle menjadi lebih baik," kata Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak umumkan harga paketnya karena memang beda-beda, tergantung dari infrastruktur yang kita utilize," sambung Adrian Prasanto Head of Public Relations Indosat Ooredoo saat peluncuran layanan Gig.
"Contoh layanan yang 5 Mbps, yang di daerah Kalibata City per bulannya Rp250 ribu. Sementara di daerah Slipi, Rp275 ribu," katanya.
Saat ini layanan Gig sendiri terbagi dalam beberapa paket, yakni 5 Mbps, 10 Mbps, 15 Mbps, 30 Mbps, hingga 1 Gbps. Indosat Ooredoo sendiri tidak membebani pelanggan dengan biasa instalasi awal, cukup dengan membayar biaya bulanan.
![]() |
"Kalau untuk high residential, seperti apartemen membangun infrastrukturnya lebih gampang, bisa sekaligus. Tapi kalau ke rumah-rumah, menarik infrastruktur (kabel fiber optic) ada effort yang lebih," tutupnya.
Untuk menciptakan ekosistem jaringan yang optimal, Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan Google guna menyediakan Chromecast dan Google Drive sebesar 50 GB untuk seluruh pelanggan Gig secara gratis.
Indosat Ooredoo juga memberikan Chromebook untuk pelanggan yang menggunakan paket tertentu.
Layanan yang memanfaatkan koneksi fiber optic ini sudah dapat dinikmati di lima kota besar, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Tahun ini, Indosat Ooredoo berencana akan menambah cakupan wilayahnya ke beberapa kota lain seperti Balikpapan, Makassar, Batam dan Bali.
Untuk mengoptimalkan perluasan jangkauan layanan Gig, Indosat Ooredoo hanya melakukan hal tersebut pada wilayah yang memiliki jaringan selular.
"Untuk kami, kita tidak akan bangun infrastruktur (fiber optic) di luar footprint selular. Spending always integrated," tutup Alex.
(tyo)
