CNN Indonesia berkesempatan berbincang hangat dengan salah satu pendiri sekaligus CEO perusahaan, Tomas Laboutka.
"Kami ingin mengubah pandangan bahwa traveling itu banyak kendalanya, khususnya soal akomodasi. Mereka merasa akomodasi itu seperti PR besar," ungkap Laboutka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aplikasi HotelQuickly yang eksklusif hanya tersedia di perangkat mobile ini menyediakan akomodasi penginapan berbintang tiga sampai lima.
Jika pengguna membuka aplikasi HotelQuickly tanggal 1 Maret, maka bisa langsung memesan akomodasi hotel di hari itu juga. Ketersediaan layanan booking hotel juga tidak bisa untuk jangka yang lama, maksimal H-7 dan durasi penginapan maksimal 5 malam.
Jadi, jika pengguna melakukan pemesanan hotel di tanggal 1 Maret, maka Anda hanya bisa melakukan check-in maksimal sampai 7 Maret saja.
"HotelQuicklu tentu berbeda, karena kami bukan untuk para pelancong yang merencanakan liburan dari jauh-jauh hari. Kami hadir untuk traveler yang membutuhkan short getaway," lanjut Laboutka.
Tampilan aplikasi HotelQuickly cukup informatif dengan pilihan negara yang diinginkan, lengkap dengan kota destinasi yang lengkap.
Laboutka mengklaim, HotelQuickly mampu memberi harga 20 hingga 28 persen lebih murah dari penawaran lain. Bahkan, HotelQuickly memberi diskon bagi pengguna apabila ada kerabat dekat yang turut mengunduh aplikasi ini dan memasukan kode khusus agar poin tersebut bisa ditukar dalam bentuk potongan harga.
HotelQuickly saat ini sudah menjalin kemitraan dengan 2.000 hotel di Indonesia, dengan model bisnis 15 persen pendapatan untuk perusahaan dan 75 persen untuk mitra hotel.
Sejatinya aplikasi HotelQuickly tersebar di 15 negara Asia Pasifik, yaitu Hongkong, Indonesia, Laos, Macau, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, Vietnam, Myanmar, Filipina, Kamboja, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
(tyo/eno)