Meteor yang jatuh di tengah Samudera Atlantik atau sekitar 1.850 kilometer arah tenggara dari pantai kota Rio de Janeiro, Brasil itu sebetulnya terjadi pada 6 Februari kemarin. Tim NASA baru mengungkapkan data penelitiannya itu.
Menurut NASA, saat masuk ke atmosfer Bumi, meteor ini melesat dalam kecepatan sekitar 54 ribu kilometer per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bola api raksasa terdeteksi sekitar 31 kilometer di atas permukaan Samudera Atlantik," kicau salah satu peneliti NEOP NASA, Ron Baalke pada 19 Februari silam, lengkap dengan publikasi screenshot GPS.
Sementara seorang astronom yang juga penulis di blog Slate's Bad Astronomy, Phil Plait, turut melakukan estimasi ukuran meteor misterius itu. Menurutnya, ukuran meteor itu seluas ruang tamu pada umumnya, dengan panjang sekitar 5 sampai 7 meter.
Sayangnya saat peristiwa ini terjadi, bisa dibilang sulit mendapatkan rekaman amatir dari warga karena letak meteor yang berada di tengah laut.
Proses deteksi meteor sendiri berasal dari kombinasi gambar yang diperoleh satelit, mikrofon atmosfer, dan monitor seismik.
(tyo)