FBI meminta Apple dengan landasan the All Writs Act, undang-undang yang telah dibuat sejak 200 tahun lalu. Namun, dengan tegas Hakim James Orenstien menolak perintah dari pemerintah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun soal surat perinta All Writs Act yang akan memutuskan masalah bagi banyak orang lainnya di kemudian hari."
Kasus ini bermula pada 2 Desember 2015 kemarin, Farook dan sang istri Tashfeen Malik yang merupakan warga AS keturunan Pakistan menembak mati 16 orang di fasilitas disabilitas di San Bernardino, California. Usai menembak, kedua orang itu melarikan diri dengan mobil namun akhirnya terbunuh dalam baku tembak dengan polisi.
Hakim Sheri Pym dari pengadilan California meminta kepada Apple untuk membantu FBI agar membongkar kode enkripsi dari iPhone milik Farook tersebut. Karena, bila dipaksa dibongkar, maka data-data yang ada di ponsel tersebut akan rusak dengan sendirinya.
Kemudian Apple mengajukan banding karena yang dipermasalahkan bukan membongkar iPhone semata, tapi Departemen Kehakiman dan FBI mencoba mencari kunci untuk membongkar privasi secara keseluruhan.
[Gambas:Video CNN] (tyo/eno)