Scott bersama Mikhail Kornienko dari Rusia telah menjalankan One-Year Mission di ISS dalam eksperimen kondisi biologis dan psikologis manusia jika berada di antariksa selam setahun. Langkah ini merupakan bagian dari penelitian jangka panjang perjalanan manusia ke Mars.
Kedua antariksawan akhirnya kembali ke Bumi pada 2 Maret 2016 dan tentunya muncul banyak pertanyaan mengenai kondisi mereka setelah menghabiskan waktu 340 hari di luar angkasa, sebab banyak kemungkinan seperti tulang keropos, penyusutan jaringan otot, hingga kemampuan mata yang melemah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika saudara kembar ini diukur tingginya, ternyata sekarang Scott lebih tinggi 5 cm ketimbang Mark, padahal setahun lalu keduanya punya tinggi badan yang sama. Hal ini diungkapkan oleh Jeff Williams dari NASA, yang juga seorang astronaut.
Dengan kata lain, tinggi badan Scott yang tumbuh ini sifatnya cuma sementara dan bisa diprediksi.
NASA juga menyatakan bahwa usia Scott lebih muda 0,0088 detik sejak ia menghabiskan waktu di luar angkasa.
Ini baru sedikit hasil penelitian yang berhasil diungkap NASA dari Scott. Tentu masih banyak penelitian lebih lanjut mengenai kondisi tubuh dan psikologis yang harus diamati pada Scott.
Ia dan Mikhail mendarat di Kazakhstan tiga hari lalu menggunakan kapsul Soyuz buatan Rusia. Kembalinya awak manusia ke Bumi ini disambut oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama melalui kicauan di Twitter.
"Selamat datang kembali ke Bumi, @StationCDRKelly! Tahunmu di luar angkasa sungguh penting bagi masa depan perjalanan antariksa bangsa ini," cuit Obama dalam akun @POTUS beberapa hari lalu.
Setibanya di Bumi, Scott langsung menyantap salad sayuran dan mengunggahnya di Twitter sembari mengatakan betapa pentingnya menanam sayuran segar di antariksa demi kelancaran misi Mars mendatang. (adt)